Month: April 2015

Imam al-Nawawi said:

“Neither prohibition nor praiseworthiness has been established for the month of Rajab in itself, HOWEVER,

(1) the principle concerning fasting is that it is praiseworthy in itself, and

(2) in the Sunan of Abu Dawud the Prophet  has made the fasting of the sacred months praiseworthy, and Rajab is one of them.”

A Hadith On Fasting in Rajab

  1. `Uthman ibn Hakim al-Ansari said: “I asked Sa`eed ibn Jubayr about fasting in Rajab, and we were then passing through the month of Rajab, whereupon he said: “I heard Ibn `Abbas saying: “The Messenger of Allah  used to observe fast so continuously that we thought he would not break it, and did not observe it so continuously that we thought he would not observe fast.” Muslim and Abu Dawud relate it in Kitab al-sawm, respectively in the chapter on fasting at times other than Ramadan, and in the chapter of fasting during Rajab.

English Mafahim Umum

Setiap kali tiba bulan Rejab, timbul isu yang sama puasa bulan Rejab itu Bid’ah. Tiba bulan Syaaban, menghidupkan malam Nisfu Syaaban Bid’ah, mari bulan Ramadan isu 8 atau 20 rakaat yang sunnah.

Di bawah ini saya copy paste dari blog Kiyai Idrus Ramli, takut-takut linknya tidak dapat diakses:

Sumber: Blog Kiyai Muhammad Idrus Ramli

Bulan ini kita telah memasuki dalam bulan Rajab. Tidak sedikit kaum Muslimin di Indonesia, yang mentradisikan puasa Sunnah ketika memasuki bulan-bulan mulia seperti bulan Rajab. Persoalannya, setelah merebaknya aliran Salafi-Wahabi di Indonesia, beragam tradisi ibadah dan keagamaan yang telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Nusantara, seperti puasa Sunnah di bulan Rajab selalu dipersoalkan oleh mereka dengan alasan bid’ah, haditsnya palsu dan alasan-alasan lainnya. Seakan-akan mereka ingin menghalangi umat Islam dari mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah puasa. Oleh karena itu tulisan ini, berupaya menjernihkan hukum puasa Rajab berdasarkan pandangan para ulama yang otoritatif.

Hukum Puasa Rajab

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum puasa Rajab.

Pertama, mayoritas ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i berpendapat bahwa puasa Rajab hukumnya Sunnah selama 30 hari. Pendapat ini juga menjadi qaul dalam madzhab Hanbali.

Mafahim

Dalam satu hadith yang agak panjang yang diriwayatkan daripada Sayyidina Umar ibn al-Khattab RA menceritakan bagaimana pada suatu hari ketika Baginda SAW sedang duduk bersama para Sahabat RAnhum, tiba-tiba datang seorang lelaki yang memakai baju serba putih, bersih dan tiada tanda kesan-kesan debu kerana musafir, masuk dan duduk mengadap Baginda SAW. Lelaki itu bertanyakan Baginda SAW berhubung dengan Islam, Iman, Ihsan, dan kiamat. Hadith ini amat terkenal dan dirakamkan dalam banyak kitab-kitab hadith termasuk Imam Nawawi RA menyebutnya dalam kitabnya yang terkenal “Hadith 40” Imam Nawawi.

Umum